Metro nasional.Ponorogo – Sebanyak 41 siswa Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, menuntaskan masa belajar mereka. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para santri, Pondok Pesantren Darul Istiqomah menggelar Haflatul Wada’ atau pelepasan santri, Minggu (17/05/2026).
KMI merupakan sistem pendidikan terintegrasi setara jenjang SMP hingga SMA dengan masa belajar empat hingga enam tahun. Kurikulum khas pesantren tersebut dirancang untuk membentuk santri yang menguasai ilmu agama, ilmu umum, sekaligus memiliki karakter islami.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, turut hadir dan menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mondok dapat diamalkan di tengah masyarakat.
“Anak-anakku kemanapun kalian melangkah nanti jagalah nama baik pesantren. Amalkan ilmu yang diperoleh, jadilah generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman,” pesan Lisdyarita.
Menurutnya, pesantren selama ini terbukti mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan perilaku santun.
“Dari pesantren pula lahir tokoh-tokoh yang menjadi penerang umat sekaligus penggerak kemajuan masyarakat,” tambahnya.
Selain melepas 41 santri KMI, Haflatul Wada’ tersebut juga diikuti 18 siswa Raudhatul Athfal (RA) dan 64 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Kiai Nanghuri Muslim, menegaskan komitmen pondok pesantren dalam memberikan pendidikan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter islami.
“Ada beberapa jenjang di Darul Istiqomah mulai dari RA hingga KMI. Alhamdulillah 11 santri KMI kami telah diterima diberbagai perguruan tinggi islam, semoga perjalanan mereka mendapat ridho dan yang belum kuliah mendapat pekerjaan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, pesantren kembali diingatkan bukan hanya sebagai tempat belajar agama, tetapi juga ruang menjaga nilai, akhlak, dan arah generasi agar tidak kehilangan pijakan di tengah perubahan zaman. (Anwar)
