Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketahanan Keluarga Jadi Kunci,PKK Madiun Fokus Hadapi Tantangan Era Digital

.     Fhoto|metro Nasional|Redaksi|masto



Metro nasional.Madiun – Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto, S.E., didampingi Wakil Ketua Ny. Fitriya Purnomo Hadi, S.E., meninjau pelaksanaan lomba 10 Program Pokok PKK di Desa Banjarejo, Kecamatan Dagangan, Senin (18/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan desa dalam membangun kesejahteraan keluarga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Erni Hari Wuryanto menegaskan bahwa seluruh program PKK saat ini difokuskan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pola asuh di era digital, peningkatan ekonomi keluarga, hingga ketahanan pangan.

“Keluarga adalah fondasi utama bangsa. Lomba ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum awal agar semangat inovasi dan gotong royong ini terus bersinergi secara konsisten di masa depan,” ujar Ny. Erni.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Fitriya Purnomo Hadi, mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antar kader PKK dalam menjalankan program di tingkat desa.

“Keberhasilan program bergantung pada kekompakan kader. Teruslah merapatkan barisan dan melahirkan inovasi yang produktif demi kesejahteraan warga,” pesannya.

Selain melakukan penilaian administrasi, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas publik dan kegiatan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, kelas ibu hamil, hingga pelestarian budaya melalui kesenian Hadrah.

Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa gerakan PKK di Kabupaten Madiun tidak hanya berfokus pada urusan rumah tangga, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, budaya, dan pembangunan sosial masyarakat.

Melalui sambutan warga dan kesiapan fasilitas yang ditampilkan Desa Banjarejo, semangat gotong royong tampak masih menjadi modal utama pembangunan desa. Sebab di tengah era digital yang serba cepat, banyak hal besar ternyata masih dimulai dari meja keluarga, posyandu kecil, dan warga yang memilih tetap bergerak bersama.(Anwar)