Metro nasional.Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo memilih fokus pada perlindungan dan pemulihan santri menyusul mencuatnya kasus di salah satu pesantren di Kecamatan Jambon. Di tengah proses hukum yang berjalan, perhatian utama kini diarahkan pada kondisi psikologis korban dan keberlanjutan pendidikan mereka.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan para korban saat ini telah ditempatkan di safe house guna mendapatkan pendampingan intensif dari pihak terkait.
“Untuk proses hukum kita serahkan sepenuhnya ke polisi. Kami akan memberikan pendampingan penuh agar anak-anak kembali pulih,” ujar Bunda Lisdyarita saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu pesantren yang tersandung kasus, Jumat (22/5/2026).
Selain memastikan pemulihan korban, Pemkab Ponorogo juga memantau kondisi para santri lainnya. Sebagian besar santri disebut telah kembali ke rumah masing-masing bersama orang tua mereka.
Namun, masih ada sejumlah santriwati yang memilih tetap tinggal di asrama pondok. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan harian mereka tetap dipenuhi sembari menyiapkan langkah keberlanjutan pendidikan.
“Untuk yang saat ini masih di asrama, kita cukupi kebutuhannya. Yang pasti untuk masalah pendidikan ke depan, kita upayakan sebaik mungkin,” tandasnya.
Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa penanganan kasus tidak berhenti pada proses hukum semata, tetapi juga menyangkut perlindungan masa depan para santri yang terdampak.(Anwar)
