Ticker

6/recent/ticker-posts

Diseminasi Pembuatan MOL dan Agen Hayati, Dinas TPHP Magetan Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

.     Fhoto|metro nasional|Redaksi|masto


Magetan – Dalam upaya mendorong penerapan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan melaksanakan kegiatan Diseminasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dan Agen Hayati yang diikuti oleh petani di Desa Takeran, Kecamatan Takeran.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai sumber mikroorganisme yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara hayati.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai manfaat MOL sebagai aktivator pengurai bahan organik, penyedia unsur hara, serta pendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, petani juga diberikan pelatihan praktik pembuatan agen hayati dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan, sehingga dapat diproduksi secara mandiri dengan biaya yang lebih ekonomis.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui demonstrasi pencampuran bahan, proses fermentasi, hingga teknik aplikasi di lahan pertanian. Para petani tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut pada berbagai komoditas pertanian.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa penggunaan MOL dan agen hayati merupakan salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, petani diharapkan mampu menekan biaya produksi, menjaga kesehatan tanah, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan diseminasi ini, Dinas TPHP Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi dan memanfaatkan MOL serta agen hayati secara mandiri. Pendampingan akan terus dilakukan agar teknologi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat kelompok tani.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mewujudkan sistem pertanian yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani, diharapkan inovasi teknologi berbasis sumber daya lokal dapat meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.{Anwar}